welcome to arrin's blog

^^terima kasih udah datang ke blog saya, maaf kalau isinya tak seindah yang anda semua harapkan.
jangan lupa tinggalkan komentar di bog ini, dan jadilah anggotanya.. :)^^
Minggu, 01 April 2012

bhs indonesia~ ciri-ciri Puisi dan menulis puisi bebas

Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang
mempunyai ciri-ciri tertentu. Untuk mengenali ciri-ciri sebuah
puisi, bacalah contoh berikut ini yang diambil dari buku antologi
puisi. Buku antologi puisi merupakan kumpulan karya puisi
pilihan dari seseorang atau beberapa orang pengarang.
Kelebihan membaca buku antologi puisi adalah pembaca dapat
menemukan beberapa puisi unggulan dari beberapa pengarang.


puisi I
Senyum Hatiku, Senyum
Senyum hatiku, senyum
Gelak hatiku, gelak
Dukamu tuan, aduhai kulum
walaupun hatimu, rasakan retak
Benar mawar kembang
Melur mengurai kelopak
Anak dara duduk berdendang
Dikenang orang sekalipun tidak
(Amir Hamzah)


Puisi II
Salju
Kemanakah pergi
Mencari matahari
Ketika salju turun
Pepohonan kehilangan daun
Kemanakah jalan
Mencari lindungan
Ketika tubuh kuyup
dan pintu tertutup
(Wing Kardjo)


ciriciri
puisi!
a. Rima
Rima merupakan pola sajak atau persamaan bunyi pada larik
suatu puisi. Rima menurut letaknya dibagi menjadi rima awal,
tengah, dan akhir.
b. Irama
Irama dapat juga berarti pergantian, keras lembut, atau
panjang pendek kata secara berulang-ulang dengan tujuan
menciptakan gelombang yang memperindah puisi.
Contoh:
c. Pilihan kata
Kata-kata yang dipasangkan dengan kata-kata tertentu
sehingga menimbulkan suasana yang lebih sesuai.
d. Makna kata
Makna kata di dalam puisi dibagi dua yaitu makna denotasi
dan makna konotasi. Kata ‘Pagiku hilang sudah melayang’, kata
‘Pagiku’ bermakna konotasi yaitu masa muda.
Pagiku hilang / sudah melayang
Hari mudaku / telah pergi
Kini petang / datang membayang
Barang usiaku / sudah tinggi


Menulis puisi bebas
Menulis puisi itu sulit? Benarkah? Tidak benar. Bukankah
kalian telah berlatih membuat puisi bebas pada pelajaran lalu.
Kalau dulu kalian menulis puisi bebas dengan memperhatikan
pemilihan kata-katanya, sekarang dengan memperhatikan
persajakannya.
62 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VIII
1. Artikulasi: persamaan konsonan
Contoh:
Berkata benar ibadah karena lidah punya Allah
Bukan beta bijak berpura
2. Asonami: persamaan vokal
Contoh:
Gerimis pada jiwa terbakar luas sabana
Tanah terbuka menemui udara dari lembah utara
3. Rima awal: persamaan bunyi pada awal larik (baris)
Contoh:
Angin bangkit bulan Agustus
Adalah kebangkitan harapan
Atas kesia-siaan putus asa
4. Rima tengah: persamaan bunyi pada tengah larik/baris
Contoh:
Jika aku seorang pujangga
maka aku tulis sebuah syair
Jika aku seorang kelana
maka aku ucap seuntai zikir
5. Rima akhir: persamaan bunyi pada akhir larik/baris
Contoh:
Kemanakah pergi
Mencari api
Ketika bara hati
Padam tak berarti

 
Kalian telah mampu mengenali ciri-ciri puisi. Sekarang
kalian akan belajar menulis puisi bebas dengan menggunakan
pilihan kata yang sesuai. Tentukan terlebih dahulu temanya.
Misalnya: kepahlawanan, kemanusiaan, keindahan alam,
keagungan Tuhan dan sebagainya. Kemudian tulis dalam bentuk
puisi dengan memperhatikan pemilihan kata-katanya atau diksi.
Pemilihan kata atau diksi sangat penting karena dengan
pemilihan kata atau diksi yang tepat maka suasana dan perasaan
penulis dapat terungkap dengan baik.
Perhatikan contoh berikut ini!
Puisi I
Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu
Puisi II
Habis musnah
Segala cintaku hilang lenyap
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu
Habis kikis dan hilang terbang sengaja dipilih oleh
pengarangnya karena pertimbangan rasa sekaligus
pertimbangan irama. Kata habis kikis terdengar lebih merdu
karena ada perulangan bunyi (rima) is pada kata habis dan kikis.
Kata kikis menguatkan makna habis sampai tak tersisa sama
sekali. Adapun, kata habis musnah dan hilang lenyap, tidak
menimbulkan kemerduan bunyi.

1 komentar:

Titi Acelife mengatakan...

good points! thanks :)

Poskan Komentar

 
;